Bumnag Koto Rawang Produksi Bubuk Kopi Mancakau

Sumaterakita.com - Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) atau Bumdes Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, berhasil memproduksi bubuk kopi lokal yang diberi nama "Kopi Mancakau".

"Saya mengapresiasi Pemerintah Nagari Koto Rawang yang berhasil melakukan inovasi dengan menggali potensi nagari mengolah kopi, sehingga menjadi bubuk kopi spesifik Koto Rawang. Pemkab akan membantu pemasaran dan promosi kopi tersebut," kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, tempo hari.

Hendrajoni juga mengaku bangga dengan inovasi yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Koto Rawang, sehingga menghasilkan kopi yang diberi nama "Kopi Mancakau".

Menurut Hendrajoni, sejatinya penggunaan dana desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan menggali potensi nagari sebagaimana dilakukan Nagari Koto Rawang, bukan hanya untuk pembangunan fisik saja.

Untuk promosi produk tersebut, bupati berjanji akan memberikan satu petak toko di sentra kuliner yang dibangun di Pantai Carocok Painan sebagai sarana untuk berjualan kopi mancakau.

"Ketika datang ke sana, saya disuguhi minum Kopi Mancakau. Kopi itu memiliki sensasi unik dibanding dengan kopi daerah lain, terutama wanginya khas," ucap Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar ini.

Sementara Walinagari (Kepala Desa) Koto Rawang, Derijol, mengatakan, luas lahan perkebunan kopi di nagarinya ada sekitar 30 hektare dengan jumlah petani sekitar 150 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya, adanya produksi bubuk Kopi Mancakau berhasil meningkatkan penghasilan petani lima kali lipat. "Petani menjual bubuk kopi Rp 75 ribu/kg. Sementara bila yang dijual bijinya hanya Rp 25 ribu/kg," katanya.

Dijelaskan Derijol, usaha untuk merintis produksi bubuk kopi sudah dilakukan semenjak tahun 2018 lalu, dengan melakukan pelatihan petani. Kemudian dilanjutkan tahun 2019 untuk membuat kemasan dan merek hingga dilaunching oleh Bupati Hendrajoni.

Ditambahkannya, pihaknya optimis kopi mancakau akan mampu menguasai pasar, karena aroma kopi produksi nagarinya memiliki sensasi khas.

"Yang istimewa sekali rasanya akan berubah menjadi wangi durian, jika biji kopi dipanen bersamaan dengan musim durian," pungkasnya, sebagaimana dicuplik dari pesisirselatankab.go.id.