Bapeda Pekanbaru Mulai Berhitung Kerugian PAD akibat Virus Corona

Sumaterakita.com - Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru mengakui adanya kerugian atau potensi pendapatan daerah yang hilang akibat wabah COVID-19 dan saat ini sedang dikalkulasi.

"Dampak COVID-19 masih dikaji, jumlah total kerugian. Kami akan hitung untuk tiga kategori restoran dulu. Akan disandingkan beberapa, nanti baru akan ketahuan. Namun hitungan kasarnya akan bertambah 30 persen," kata Zulhelmi Arifin, Minggu (22/3).

Menurutnya, potensi pendapatan yang akan lepas di tengah wabahvirus corona estimasi akan dapat terganti pada Ramadhan mendatang alasan, pada bulan suci umat Islam itu akan menjadi kebiasaan masyarakat melakukan silaturahmi dengan berbuka bersama meningkatkan kunjungan ke rumah makan atau restoran.

"Tinggal nanti kita mau ganti apa. Mudah-diminta virus ini berlalu, mudah-senang bulan puasa nanti, bisa menambah PAD karena akan ada silaturahmi yang tadi," jelasnya.

Bulan ini, diakuinya pendapat pajak restoran masih kurang. Ia menyebut ada tantangan masyarakat untuk makan di luar rumah.

"Bulan ini memang kurang karena dampak COVID-19, kami sudah tanya ke beberapa tempat, memang mereka ada yang jual-beli sama sekali. Hotel, hiburan sepi. Parkir juga sepi," jelasnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non-alam akibat virus penyakit corona (COVID-19).

Bertambahnya Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan status ini, kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru M. Amin.

Dari 20 Maret 2020, jumlah ODP di Kota Pekanbaru sebanyak 46 orang, sementara PDP sebanyak 14 orang termasuk satu orang positif corona dan tiga orang dinyatakan sehat.

Kemudian, pada 21 Maret jumlah ODP meningkat 84,8 persen dari 46 orang menjadi 85 orang. Sedangkan PDP dari 14 menjadi 16 orang. Terjadi kenaikan 14,3 persen dan termasuk satu orang positif corona.